Showing posts with label 30 Kisah Teladan. Show all posts
Showing posts with label 30 Kisah Teladan. Show all posts

30 Kisah Teladan - Yang pertama masuk syurga


Di muka surga kelak menurut Nabi SAW akan ada empat manusia yang hendak masuk surga lebih dahulu. Dasar manusia, mereka saling berebut siapa yang mula-mula berhak masuk surga pertama kali. Karena Malaikat Ridlwan tidak dapat mengambil keputusan, turunlah Malaikat Jibril yang ditugaskan menjadi hakim. Keempat manusia itu adalah pahlawan, orang kaya yang dermawan, haji mabrur, dan orang alim yang soleh.

Salah satu mereka dipanggil ke muka dan ditanya, "Dengan sebab apa engkau beruntung akan masuk surga tanpa disiksa?" Orang itu menjawab, "Saya seorang pahlawan yang mati syahid di medan perang karena membela agama." Jibril berkata, "Darimana kau tahu bahwa pahlawan yang mati syahid bakal masuk surga tanpa dihisab?" Pahlawan menjawab, "Dari orang alim." "Kalau begitu, jagalah akhlak yang baik. Biarkan orang alim masuk surga lebih dulu." Ucap Malaikat Jibril. Pahlawan itu pun menunduk menyadari ketidaksopanannya.

30 Kisah Teladan - Para Pemula


(Cerita ini diketik ulang dari buku 30 KisahTeladan jilid 6)
Sa’ad bin Abdi Waqqash sangat berbakti kepada ibunya yang bernama Hamnah binti Sufyan  bin Abi Umayyah. Ia tidak pernah membangkang, apapun yang dihendaki ibunya. Tiap pagi, bersama saudara saudara yang lain, ia selalu makan sama sama.
Tetapi, hari itu wajah Sa’ad keliahatan muram. Ia telah mendengar, tokoh Quraisy yang sangat dipujanya, Abu Bakar, telah memeluk agama yang dibawa Muhammad, kemenakan Abu Thalib. begitu pula Aly dan Zaid bin Haritsah. Dari Abu Bakar ia telah memperoleh keterangan sejelas jelasnya tentang agama itu, bagaimana caranya beribadah yang benar, memuji Tuhan yang benar, yaitu ALLAH SWT. Dan akalnya yang cerdas ikut membenarkan agama itu. Sudah lama ia merasa tersiksa kalau bersama ibunya menyembah nyembah berhala dan patung patung yang membisu. Mana mungkin Latta, Manata, dan Uzza, betapapun raksasanya arca mereka, dapat berkuasa untuk dipuja, padahal arca arca itu dibikin manusia dan diperjualbelikan. Apakah mungkin Tuhan yang diperjualbelikan bisa mengatur kehidupan?